Selasa, 21 Juli 2009

PANGGILAN DOA SYAFAAT




PANGGILAN DOA SYAFAAT

Tidak bisa tidak, pendoa syafaat mengambil bagian paling penting dalam gerakan peperangan rohani. The future belongs to the intercessor merupakan ungkapan yang sangat tepat. Pendoa syafaat adalah pejuang-pejuang di garis terdepan untuk masa depan. Di akhir zaman ini Tuhan memberikan perhatian yang lebih kepada pentingnya meresponi panggilan-Nya sebagai pendoa syafaat.

Kitab Suci memberi banyak bukti tentang doa syafaat yang penuh kuasa. Abraham menjadi pendoa syafaat bagi Sodom dan Gomorah; Musa dibantu Harun dan Hur menjadi team pendoa syafaat yang menentukan kemenangan dalam peperangan bangsa Israel; Daniel menjadi pendoa syafaat bagi orang-orang Yahudi yang ada di dalam pembuangan di Babel; Nehemia menjadi pendoa syafaat bagi kota Yerusalem yang hancur; Ester menjadi pendoa syafaat bagi seluruh bangsa Yahudi di pembuangan, dan seterusnya. Doa syafaat selalu terjadi atas kehendak Tuhan yang berarti berdoa dengan tekun mengenai orang-orang, tempat-tempat, atau keadaan-keadaan tertentu. Itu berarti berdiri diatas tembok, itu berarti standing in the gap, berdiri dalam kesenjangan bagi orang lain, bukan hanya berdoa agar kebutuhan-kebutuhan terpenuhi melainkan berperang atas nama mereka untuk merebut apa yang dicuri Iblis. Tetapi masih sangat banyak orang salah mempersepsikan panggilan doa syafaat karena berbagai kekeliruan penafsiran sehingga pada akhirnya doa syafaat kehilangan kuasanya karena tidak sejalan dengan firman Tuhan dan Ruach HaKodesh.

Beberapa orang yang baru pulang dari seminar tentang doa syafaat sering merasa lebih hebat dari orang-orang Kristen lainnya. Beberapa orang malah merasa lebih hebat dari pendeta-pendeta mereka karena sekarang mereka telah menjadi pendoa syafaat. Mereka beranggapan bahwa mereka berada di tingkat rohani yang lebih tinggi karena mereka memperoleh pengertian-pengertian yang lebih banyak dibanding orang lain. Mereka kembali ke gereja masing-masing dan mencoba merongrong otoritas gembala mereka. Secara umum mereka bukannya membantu pendeta di dalam doa tetapi mereka justru membuat rintangan dan batasan, bahkan mendikte gembalanya dengan kata Tuhan kata Tuhan. Kemudian diatas semua itu mereka berpikir bahwa merekalah yang seharusnya menjadi gembala. Merekalah yang pantas duduk di suatu jabatan kelembagaan, padahal mereka tidak dipanggil untuk duduk disitu. Bagaimana kekacauan seperti itu bisa terjadi di gereja Tuhan? Darimana kebodohan pendoa syafaat ini dimulai?

Banyak orang berpikir bahwa pemahaman mereka yang baru tentang suatu prinsip kekekalan Tuhan, termasuk tentang kuasa doa syafaat dalam peperangan rohani, adalah setara dengan perkembangan rohani pribadi. Sebenarnya hubungan antara pengetahuan dan kedewasaan rohani bukanlah seperti itu. Anda bisa saja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang Kitab Suci, tetapi belum tentu anda menjadi dewasa rohani. Jika anda tidak menunjukkan adanya buah roh, buah pertobatan, buah kebenaran, buah kerajaan, dan juga kesetiaan dan ketaatan dalam melakukan perintah Tuhan, anda tidak lebih dewasa daripada mereka yang tidak memiliki pengetahuan. Pengetahuan tidak berarti kedewasaan rohani. Yang menentukan sejauh mana sesungguhnya kedewasaan anda ialah apa yang anda telah lakukan dengan pengetahuan yang anda ketahui itu.

Pengetahuan dan pengertian datang dari Roh hikmat dan roh wahyu yang akan membawa kita kepada kedewasaan rohani yang akan terlihat dari perubahan sikap, perilaku, dan tindakan karena pengetahuan dan pengertian tersebut. Pengetahuan tentang peperangan rohani dan strateginya memang teramat penting dan mutlak diketahui oleh para pendoa syafaat. Dalam peperangan roh setiap ketidaktahuan akan membatasi bahkan membelenggu. Iblis bekerja dalam "kegelapan dan ketidakterlihatan". Kalau kita tidak mengetahui dan mengenalinya, maka kita berada dalam kebutaan dan ia akan leluasa bekerja atas kita karena. Pengetahuan tentang mereka memerdekakan kita dari tekanan dan pekerjaannya. Kitan Suci banyak membeberkan dan mengungkapkan tipu muslihat Iblis. Sebaiknya kita meluangkan waktu dan perhatian untuk memahami bagian kebenaran-kebenaran itu. Kebenaran tentang musuhpun dapat memerdekakan kita.

Bagi sebagian orang lain, belajar mengenai doa syafaat adalah belajar menemui atau mendekati Kebenaran. Tidak! - Karunia pemberian Tuhan atau panggilan Tuhan untuk suatu tugas tertentu sama sekali tidak membawa anda lebih dekat kepada Tuhan, yang adalah kebenaran itu sendiri. Karunia tidak menjadikan anda lebih dekat kepada Tuhan! Anda boleh punya 9 karunia utama lengkap, anda boleh punya sepuluh bahkan seratus telenta, tetapi kalau anda tidak memiliki hubungan secara pribadi dengan Tuhan, anda tidak mungkin dekat dengan Tuhan dan kebenaran-Nya. Doa syafaat adalah anugerah bagi mereka yang meresponi panggilan-Nya. Anda tidak perlu menjadi bangga dan merasa anda sudah lebih rohani daripada yang lain dengan menjadi pendoa syafaat. Semakin mulia panggilan-Nya semakin merendahkan hati orang yang meresponi-Nya. Semakin dekat dengan Tuhan dan kemuliaan-Nya semakin kita membuang semua kemuliaan diri sendiri.

Ada sebagian lain belajar mengenai doa syafaat karena melihat sesuatu hal yang menarik, kemudian mereka membuat berbagai anggapan dan penafsiran sendiri berdasarkan keinginan, kemauan, dan pengalaman mereka sendiri. Mereka sudah menempatkan diri mereka dalam suatu panggilan rohani yang tidak diperuntukkan bagi mereka. Hasilnya adalah masalah demi masalah terjadi di dalam gereja Tuhan. Timbul perpecahan karena sebagian orang mulai mengajar dan berkhotbah tentang jenis dan cara berdoa syafaat peperangan yang sama sekali tidak bersumber dari kebenaran. Pada akhir zaman ini, jika orang-orang Kristen tidak berhati-hati, mereka akan berjalan dalam panggilan dan pemilihan yang tidak berasal dari Tuhan. Roh kesesatan, persaingan, perpecahan akan mencengkram kehidupan mereka dan menarik mereka keluar dari jalur panggilan Tuhan. Pendoa syafaat merupakan jabatan pelayanan yang sungguh teramat mulia dihadapan Tuhan, walaupun sering tidak mendapat kehormatan yang layak dimata manusia. Tetapi posisi mulia ini telah sering dirusak oleh kepentingan dan ambisi manusia. Sehingga banyak komunitas gereja tidak memiliki team doa syafaat yang penuh kuasa. Akibatnya banyak jiwa yang belum terbebas dari pelenggu dosa dan keterikatan meskipun disekeliling mereka penuh dengan gereja yang beranggotakan ribuan jemaat yang menyatakan dirinya telah lahir baru.

3 Hal Penentu

3 Hal Penentu Kebulatan Tekad Suatu Pasukan Yang Akan Bertempur :

1. Seberapa Mulia Misi Yang Kita Emban.

· Misi utama Yesus adalah membangun Kerajaan-Nya dan cara untuk mewujudkan misi tersebut adalah dengan memuridkan jiwa sebanyak-banyaknya sehingga hidup mereka berada dibawah kepemimpinan Kerajaan Terang.

· Salah satu bukti jika kita menyadari betapa mulianya misi yang kita emban adalah kita tidak mementingkan diri sendiri. Mari kita mulai mawas diri terhadap sifat ini, karena ciri manusia akhir zaman dalam II Tim 3:2-5 semua berakar dari sifat mementingkan diri sendiri. Ingin tidak mementingkan diri sendiri? Kuncinya adalah mari sadari ada misi yang sangat mulia yang harus kita kerjakan di dalam dunia ini.

· Flp 1:21, Paulus mengatakan bahwa hidup adalah bagi Kristus dan mati adalah suatu keuntungan. Jika Paulus mengatakan mati adalah suatu keuntungan itu bukan pertanda bahwa Paulus sudah putus asa dengan kehidupannya, tetapi dia meyakini bahwa ada suatu kebahagiaan / hadiah yang luar biasa yang dapat dia peroleh setelah meninggal dan kebahagiaan / hadiah tersebut jauh lebih besar daripada yang telah dia dapatkan di dunia ini. Paulus yakin akan misi mulia yang dia emban.

Jika kita menganggap sesuatu hal adalah penting, tetapi kita tidak memprioritaskan, maka sebenarnya menurut kita itu tidak penting

2. Seberapa Baik Persiapan Kita

· Seringkali kita kalah dalam menyerang musuh karena kurangnya persiapan diri kita.

· Melakukan 5 disiplin rohani adalah cara kita mempersiapkan diri, yaitu : disiplin memberi, berdoa, berpuasa, merenungkan + melakukan firman dan memuridkan.

Sharing:

Setiap orang share apakah mereka telah melakukan 5 disiplin rohani (mana yang telah dilakukan dan mana yang belum/perlu ditingkatkan)

3. Seberapa Baik Kita Mau Dipimpin

· Salah satu tolak ukur apakah sebuah pasukan mau dipimpin adalah apakah terjadi perpecahan di tempat tersebut.

· Doa Yesus sebelum mati diatas kayu salib adalah tentang kesatuan (Yoh 17:11,21,22,23). Dan tanggung jawab tentang kesatuan ini bukan terletak pada pundak-Nya tapi terletak pada pundak kita (gereja Tuhan)

· Dampak sebuah kesatuan (Ul 32:30) adalah :

a) Terjadi pelipat gandaan kuantitas / hasil

Lihat : 1 orang dapat „mengalahkan“ 1000 orang dan 2 orang dapat „mengalahkan“ 10000 orang

b) Terjadi pelipat gandaan kualitas / talenta

Lihat : 1 orang dapat mengejar 1000 orang dan 2 orang dapat membuat lari 10000 orang


Peperangan Rohani (Dimensi Roh Jahat)

Efesus 6:10-20
10 Akhirnya hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasaNya.
11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12 Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi
• melawan pemerintah-pemerintah,
• melawan penguasa-penguasa,
• melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini,
• melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah
• seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan
• tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14 J a d i
1. berdirilah tegap,
2. berikat pinggangkan kebenaran dan
3. berbajuzirahkan keadilan,
4. kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
5. dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat dan
6. terimalah ketopong keselamatan dan
7. pedang Roh yaitu Firman Allah,
8. dalam segala doa dan permohonan.
9. berdoalah setiap waktu didalam Roh dan
10. berjaga-jagalah didalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
19 juga untuk aku supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Tipu muslihat = iblis berusaha menyerang dengan menyesuaikan pada
• Karakter, kebiasaan jelek dan kepribadian kita serta jiwa kita.
• Melalui Firman yang diplesetin.. waktu dia menipu Hawa...

Efesus 6:12 Dimensi roh jahat yang sering menyerang kita:
1. Infermity spirit = roh kelemahan tubuh.
Lukas 13:11-13
11 Disitu ada seorang perempuan yang telah 18 tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13 Lalu Ia meletakkan tanganNya atas perempuan itu dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu dan memuliakan Allah.

2. Familiar spirit = roh yang tidak asing.
Rumah yang bersih, kosong maka roh jahat akan datang lagi dan membawa 7 roh lainnya yang lebih jahat.
Matius 12:43-45
43 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat2 yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
45 Lalu ia keluar dan mengajak 7 roh lain yang lebih jahat daripadanya dan mereka masuk dan berdiam disitu. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Cara untuk mengatasinya:
• Ubah cara berpikir dan kebiasaan kita.
Pengusaha kaya, artis yang bertobat tapi tidak pernah tranform their mind, sama saja bahkan kadang bisa lebih jahat daripada sebelumnya...
Cari posisi/kedudukan didalam Gereja, itu sebabnya cara berpikir tentang Gereja harus berubah menjadi Kingdom.

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
• apa yang baik,
• yang berkenan kepada Allah dan
• yang sempurna.

3. Humanly spirit = roh manusiawi banget.. idealis, fairly, logis/masuk akal ??
Hal-hal tsb dipengaruhi pendidikan, kebudayaan... keturunan maupun mentalitasnya.
Good's people sangat berbeda dengan God's people !!
• Korah, Datan dan Abiram - Bilangan 16
• Apabila tidak puas dengan pemimpinnya 'demo' keluar dan buka gereja.
• Menuntut persamaan hak.

Godly spirit:
• Samuel terhadap Imam Elli.
• Daud terhadap Raja Saul.
• Mengasihi musuhnya; membalas kejahatan dengan kebaikan...
Baca buku Honor's Reward !!!

4. Evil spirit = roh jahat.
• Jangan main-main dengan roh jahat...sangat berbahaya.
• Tukang ramal, fengshui, horoskop, ramalan-ramalan.
• Cari kekayaan ...

Yuuk lebih mempercayai Tuhan daripada keadaan, khususnya hari-hari ini. Lalang dan Gandum akan dibiarkan tumbuh bersama-sama...sampai tiba masa penuaian.
1. Paksa dan latih tubuhmu untuk SATE (Saat Teduh) setiap hari.
2. Pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:14-18).

Be connected kingdom with kingdom.

EHUD

Peperangan Rohani

E-mail


Hakim-Hakim 3:12-30

Kisah tentang Ehud, menggambarkan peperangan terhadap musuh dalam kehidupan bangsa Israel. Kisah ini relevan dengan setiap kita, karena setiap hari kita juga menghadapi peperangan. Peperangan terhadap dosa, ter-hadap sifat-sifat buruk kita, peperangan untuk meme-nangkan jiwa, peperangan rohani melawan berbagai tipu muslihat iblis (dalam pekerjaan, keuangan, rumah tangga, dsb.) Allah menempatkan kisah Ehud dalam Alkitab, untuk memberikan pada kita beberapa prinsip rohani yang pen-ting supaya kita menang dalam peperangan kehidupan ini. Beberapa prinsip tersebut adalah:

Berani mengambil resiko


Ehud berani mengambil resiko untuk bangsa Israel dan Tuhannya dengan taruhan nyawanya sendiri. Ia membuat pedang bermata dua yang panjangnya sehasta (+36cm). Ia membawanya untuk membunuh raja Eglon, musuh Israel. Dengan menerobos penjagaan raja Moab, dan membunuh raja Moab, ia ada dalam resiko yang besar. Sejauh mana kita berani mengambil resiko bagi kemuliaan nama Tuhan?

Mengingat kebesaran Tuhan

Ayat 18-19 mencatat bahwa pada saat Ehud melihat “batu-batu berpahat di dekat Gilgal”, Ia kemudian melaksanakan misinya untuk mengalahkan musuh. Batu-batu berpahat tersebut adalah tugu peringatan yang didirikan pada jaman Yosua untuk mengingat kebesaran Tuhan, yang telah melakukan mujizat membelah sungai Yordan (Yos 4:20-24). Bila kita mengingat cinta Tuhan bagi kita, seharusnya hal ini membuat kita tidak undur, bahkan berani hidup bagi Tuhan.

Memberi kekuatan pada saudara-saudaranya.

Ayat 27-30, mencatat bahwa Ehud setelah berhasil membunuh raja Moab, dia memanggil saudara-saudara sebangsanya dan memotivasi mereka untuk berani menyerang bangsa Moab. Secara prinsip, pada saat kita menguatkan orang lain, kita sendiri dikuatkan.

Kisah kepahlawanan Ehud ini sebenarnya menunjuk kepada Penyelamat Sejati yaitu Yesus Kristus. Dengan bersandar kepadaNya, kita dapat hidup berkemenangan dalam peperangan rohani dalam hidup kita.

Memenangkan Peperangan Rohani

Memenangkan Peperangan Rohani

Hari-hari menjelang akhir dari periode akhir zaman, keadaan dunia tidak akan bertambah baik. Perang, kelaparan, bencana, kecelakaan, penderitaan makin meningkat intensitasnya. Di lain pihak penyesatan semakin merebak dengan terbitnya banyak buku seputar kekristenan di toko-toko buku yang terus berusaha mendiskreditkan iman Kristen. Agama-agama terus berusaha untuk memberi jawaban atas semua peristiwa-peristiwa itu, tetapi secara paradoks kemerosotan moral terus meningkat, ditambah dengan berkembangnya liberalisme di berbagai negara dengan diijinkannya laki-laki menikah dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.

Ada banyak denominasi gereja yang berjuang secara sporadis dan sektarian justru memperburuk keadaan. Ibadah memang terus dilakukan semakin marak, tetapi kadang-kadang tidak memberi jawaban atas pergumulan jemaat yang terus ditekan oleh keadaan. Secara verbalistik (pernyataan) mimbar-mimbar gereja mendengungkan janji-janji Tuhan, tetapi dalam kehidupan nyata keseharian jauh dari harapan.
Apakah semua ini pertanda kesudahan zaman? Apa kata Alkitab tentang peristiwa-peristiwa tersebut? PEPERANGAN INI DAHSYAT. Apakah kita siap untuk memenangkannya? Bagi orang percaya yang berlindung di bawah sabda Tuhan dan hidup dalam kebenaran akan bertahan menghadapi semua goncangan-goncangan yang sedang terjadi dan bakal terjadi lebih dahsyat lagi.

Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing. (Ibrani 11:34b)

Dari para pahlawan iman yang dicatat secara khusus oleh penulis Ibrani,yaitu: Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel dan para nabi (Ibr 11:32), kita melihat kemenangan rohani dan fisik secara gilang-gemilang. Mereka semua menjadi saksi bagaikan awan yang mengelilingi kita dalam peperangan rohani yang dahsyat ini. Kita diawasi dengan ketat oleh Tuhan, tetapi juga diperlengkapi dengan senjataNya yang mutakhir.

Rahasia kemenangan kita terkait dengan kemenangan para pahlawan iman tersebut. Jika kita dengan tekun mengenakan perlengkapan senjata Allah (Ef 6:13-18), berdiri tegap (berjaga-jaga), berikat pinggang kebenaran (panduan Alkitab), berbajuzirah keadilan (sikap adil - tidak pandang bulu), berkasut kerelaan memberitakan Injil, perisai iman, berketopong keselamatan (kepastian keselamatan), pedang Roh (firman Tuhan yang menjadi rhema), maka kita akan mengalami kemenangan rohani seperti para pahlawan iman, yaitu:

1. KITA LUPUT DARI PANAH API SI JAHAT
Penulis Ibrani tentu tidak lupa terhadap perjuangan mereka yang tidak mulus dan tidak langsung menang. Ada proses peperangan, ada pengorbanan, ada kegigihan, ada luka-luka yang mereka harus alami. Tetapi mereka berhasil mengalahkan semua kejahatan, setelah mengamalkan kebenaran dan mentaati firman Tuhan.

Panah api dari Iblis itu berupa segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah ....., demikian pula segala kejahatan (Ef 4:31). Hanya orang percaya yang mengamalkan kebenaran saja, yang pasti akan memenangkan proses peperangan rohani ini.

2. KITA BEROLEH KEKUATAN DALAM KELEMAHAN
Paulus mempunyai pengalaman rohani ini. Tiga kali ia berseru untuk duri di dalam dagingnya agar Tuhan cabut, yaitu utusan iblis untuk melawannya. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.(2 Kor 12:9-10).

Sikap mengandalkan Tuhan dan hidup dalam anugerahNya justru terjadi karena kesadaran akan kelemahan ini. Itu sebabnya kita perlu Juruselamat, kita perlu berdoa tiap saat.

3. KITA MENJADI KUAT DALAM PEPERANGAN
Peperangan rohani tidak seperti perang nuklir di udara, tetapi pergumulan di dalam diri kita. Paulus sekali lagi memberi contoh peperangan rohani yang dialami.
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2 Kor 10:3-5).
Benteng pertahanan dalam diri kita adalah keangkuhan yang menentang pengenalan akan Allah. Menentang pengenalan akan Allah diwujudkan dengan sikap tidak mau belajar dan tidak mau mentaati firman Tuhan. Nabi Hosea menyatakan teguran Tuhan sedemikian keras; “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. (Hos 4:6).

Jadi agar kita kuat dalam peperangan rohani, kita harus membangun manusia batiniah kita dan menawan pikiran/imajinasi liar yang melawan firman Allah serta menaklukkan di bawah kaki Kristus dalam doa.

4. KITA SANGGUP MEMUKUL MUNDUR SERANGAN IBLIS
Sejak kita menjadi percaya sebetulnya Tuhan sudah memberi kuasa untuk memukul mundur para musuh yaitu setan (Mrk 16:17). Persoalannya tidak semua orang percaya mau mempergunakan kuasa Tuhan dalam dirinya. Di bagian ini saya mengajak saudara yang membaca langsung mempraktekkan. Usir setan dan roh-roh jahat yang berkeliaran di sekitar rumah Anda. Jika masih banyak para pemabuk, penjudi dan pencuri, usir roh-roh jahat yang menguasai mereka. Kemudian mulailah mendekati mereka untuk memberitakan Injil kepada mereka. Kalau Anda percaya Anda pasti bisa dan berhasil merebut mereka dari tangan si jahat.

Memenangkan peperangan rohani, sekuat respon kita terhadap janji-janji Kristus oleh pengenalan akan kebenaranNya. Lakukanlah dengan dasar iman yang teguh, yaitu respon kita terhadap Allah dan firmanNya.
red-TWP

KATA ALKITAB

Peperangan Rohani

Efesus 6:10-12
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Menghadapi situasi di negara kita akhir-akhir ini, banyak orang menjadi takut dan selalu dihinggapi perasaaan khawatir yang berlebihan, bahkan sampai stress. Orang mencari jalan keluar dengan berbagai cara, menggunakan kekuatannya sendiri dan harta yang ada. Hal ini tidak menyelesaikan masalah, bahkan mempersulit diri sendiri.

Banyak hal terjadi dalam kehidupan kita, kadang-kadang peristiwa yang tidak menyenangkan terjadi dalam kehidupan kita, yang dapat menyebabkan luka di hati kita atau kita mengalami kerugian dan kehidupan dan keamanan kita terganggu. Seperti halnya yang terjadi beberapa hari yang lalu di kota Bandung, yang menyebabkan begitu banyak orang merasa terganggu kehidupannya, bahkan ada juga yang mengalami kerugian secara materi. Dengan peristiwa itu dama sejahtera sempat tercuri juga dan kita merasa tidak nyaman. Mengapa hal ini sampai terjadi di kota Bandung yang selama ini merupakan kota yang aman ? Diudara ini banyk roh-roh jahat dan penguasa-penguasa udara yang mempengaruhi orang-orang disitu dan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya, Iblis dan Setan memakai siapa saja yang mau diperalatnya. Bagaimana cara kita mengatasi hal-hal itu ? kita sebagai orang-orang percaya tidak perlu takut, cemas dan khawatir dalam menghadapi situasi ini, menghandurkan setan dan iblis sebenarnya tidaklah terlalu sulit, karena dia sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu, meskipun sampai saat ini setan dan iblis masih ada, tetapi tidak punya kekuatan, maka akan dengan mudah kita kalahkan dan hancurkan yang oenting adalah kita jangan ketakutan, khawatir, bimbang dan ragu-ragu untuk menghancurkan dan menyerang setan-setan dan menyerang kubu setan dan iblis, karena bila demikian, kita membuka celah yang menyebabkan setan dan iblis bangkit kekuatannya dan dapat menyerang kita. Oleh karena itu, kita harus berani menyerang kubu-kubu setan dan menghancurkan nya, karena Allah memperlengkapi kita dengan kuasa Roh Kudus dan karunia-karunia-Nya serta iman, untuk dapat mengalahkan musuh kita yaitu setan, iblis dan roh-roh jahat. Kita tidak perlu takut dan ragu-ragu, kita harus menyerang terlebih dahulu, sebelum kita diserang. Apapun tipu muslihat setan dan iblis yang ingin menghancurkan orang-orang percaya kita dapat mengelahkannya. Karena tekdir kita adalah sebagai orang-orang yang menang bahkan lebih dari pada pemenang, sebab Yesus sudah menang, Roma 8:37, "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."

Menjelang akhir jaman ini kita tidak boleh santai dan tinggal diam, kita harus aktif melakukan peperangan rohani. Kita harus menyerang terlebih dahulu sebelum diserang setan. Allah meilih kita sebagai pasukan-Nya dan mempersiapkan kita dan memperlengkapi kita dengan senjata Allah. Dalam melakukan peperangan rohani musuh kita bukan darah dan daging, berarti musuh kita yang harus kita serang, bukanlah manusia, tetapi setan-setan dan iblis, roh-roh jahat diudara, Efesus 6:12. Bila kita menyadari bahwa musuh kita bukan manusia dan orang-orang sekitar kita, tetapi roh-roh jahat, maka hubungan kita dengan sesama manusia tidak akan rusak, bahkan kita dengan mudah melepaskan pengampunan kepada orang tersebut. Karena orang tersebut sedang tertiou setan sehingga mau diperalat sehingga menyakiti dan merugikan orang lain. Roh-roh jahat, setan dan iblis juga dapat mempengaruhi hubungan kita dengan Kristus, sehingga orang Kristen menjadi malas berdoa, malas baca Firman, malas menyembah Tuhan, malas dan takut memberitakan Injil dan tidak ada kemauan untuk mencari perkara-perkara rohani, mereka diseret untuk mencari dan memintai perkara-perkara duniawi sampai berlebihan. Bila hubungan seseorang dengan ALlah, Tuhan Yesus dan Roh Kudus dirusak oleh si iblis, maka orang tersebut mulai mencurigai kasih Allah yang mengakibatkan orang tersebut menjadi kecewa, tawar hati dan menjauh dari TYuhan dan tidak mau bergaul dengan Roh Kudus dan pekerjaan-Nya. Pekerjaan setan, Iblis dan Roh-roh jahat dapat mempengaruhi banyak hal dan berdampak buruk, maka janganlah jemu-jemu berperang untuk menghancurkannya. Jadilah pahlawan-pahlawan doa yang gagah berani dan kuat didalam Tuhan dengan doa yang tepat sasaran sesuai dengan kebenaran Firman dan dilakukan dengan iman, Roh Kudus akan memampukan kita dengan kuasa-Nya. Lukas 10:19, Yesus memberikan kepada kita kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking yaitu setan-setan dan iblis, kuasa untuk menahan musuh sehingga tidak ada yang akan membahayakan kita. Tuhan Yesus meneguhkan iman kita bahwa setan dan iblis itu kecil, dia tidak lebih besar dan kuat dibandingkan kita, dia ada dibawah kaki kita. Jangan biarkan Setan Dan Iblis disekitar kita dan menggigit kita tapi injak terlebih dahulu, hancurkan dia. Lakukan peperangan rohani setiap hari, baik dalam doa pribadi maupun doa bersama saudara-saudara seiman. Kita adalah laskar-laskar Kristus yang berperang untuk menghancurkan setan iblis dan kuasa-kuasa kegelapan baik diudara maupun dalam diri seseorang. Bila kita masuk dalam pepernagan Rohani, senjata kita bukan senjata duniawi atau dengan kekuatan kita, tetapi senjata yang berasal dari Allah yaitu kuasa Allah dan kitapun dapat menggunakan fasilitas pelayanan malaikat untuk membantu kita dalam peperangan rohani.

DASAR Peperangan Rohani

Kita adalah generasi Joshua yang akan menduduki Kanaan dan untuk sampai Kanaan kita harus mengalami peperangan demi peperangan. Kanaan kita adalah semua janji-janji Tuhan atas hidup kita!

A. Bagaimana supaya kita bisa selalu menang? I Pet 5: 8-9
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya! Lawanlah dia dengan iman yang teguh; sebab kamu tahu bahwa semua saudaramu diseluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" Lawan dengan iman yang teguh bukan iman yang biasa/rata-rata!!

B. langkah-langkah yang harus dilakukan supaya kita dapat menang:


I. Mengenali siapa musuh kita (Ef 6:12)
Musuh kita/iblis mempunyai hirarki untuk melawan kita sebagai berikut:
1. Pemerintah-pemerintah = roh yang menguasai suatu negara
2. Penguasa-penguasa = roh yang menguasai suatu propinsi
3. Penghulu-penghulu = kota atau dosa yang mengikat suatu kota
4. Roh-roh jahat diudara = roh-roh jahat yang mengganggu dengan hal-hal sepele untuk mengalahkan anak Tuhan.

II. Mengenal dan melawan tipu muslihat iblis (Ef 6:11)
Iblis selalu bekerja dengan tipu muslihat, oleh sebab itu:
"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis"

Iblis selalu mencoba supaya kita lengah; dia penuh strategi dan diatas kertas kita kalah dengan iblis; tetapi jangan takut, kitapun akan pakai strategi yang canggih yang ada didalam Firman Tuhan!! Karena Firman Tuhan juga mengajari kita bagaimana cara berperang dan memenangkan peperangan.

Dalam II Raja-raja 6:8-12 - Nabi Elisa bisa mengetahui strategi Raja Aram dan memberitahukan siasatnya kepada Raja Israel; sampai Raja Aram mengira ada yang menghianati tetapi itulah yang disebut urapan-urapan ganda! Seorang hamba Tuhan yang penuh pengurapan dapat mengetahui strategi iblis yang berusaha menghancurkan hidup saudara.

Salah satu tipuan iblis adalah jika engkau ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh; maka engkau akan bebas dari persoalan jalan tol-bebas hambatan; sehingga begitu ada masalah, maka enggak kuat dan mundur!

Contoh: II Taw 31:20-21 - Raja Hizkia, dia adalah orang yang baku; jujur dan melakukan apa yang benar dihadapan Tuhan; mencari Allah dengan segenap hati tetapi dalam kesetiaan Hizkia, tiba-tiba datanglah Sanherib (=Raja Ashur)-gambaran iblis ; menyerbu Yehuda, mengepung dan mau merebutnya! Persoalan justru datang (=II Taw 32:1).

Tetapi lihat yang dilakukan Raja Hizkia - II Taw 32:7-8
"Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Ashur serta seluruh laskar yang menyertainya karena yang menyertai kita lebih banyak daripada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia; tetapi yang menyertai kita adalah tangan Tuhan Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangna kita."

Mari kita lihat strategi/tipuan iblis dalam II Raja-raja 18:17-37:
1. ay. 19-22 - iblis selalu membuat kekacauan/kebingungan.
Mereka berkata bahwa mezbah yang diruntuhkan Hizkia adalah mezbah Tuhan; mereka menyamakan Tuhan dengan illah-illah /dewa-dewa. Murid-murid Yesus juga pernah mengira Yesus itu hantu ditengah-tengah kebingungannya! Iblis mencoba memancing diair keruh/menjarah rumah yang sedang terbakar; kita tidak bisa bermain-main dengan iblis karena ia sangat jahat! Jalan keluarnya: mencari wajah Tuhan dan berlindung kepada-Nya; tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu!

2. ay. 23-24 - iblis berkata: hitung tentaramu sendiri dan itu menjadikan kita tawar hati! Jika Hizkia menghitung tentaranya, maka dia menjadi tawar hati; sama seperti Saul melihat Goliat maka Saul takut. Demikian pula bila kita mengukur masalah kita dengan kekuatan kita, maka kita jadi tawar hati. Tapi Daud meskipun kecil tidak membandingkan dirinya dengan Goliat tapi ia menempatkan Goliat disamping Allahnya dan Goliat hanya seperti debu, tidak ada artinya dibandingkan dengan Allah yang Maha Besar yang sanggup menolong.

3. ay. 25 - iblis membuat kita marah kepada Tuhan dengan mengatakan bahwa Allah yang menyuruh menghancurkan saudara; padahal perkataan itu dari iblis asalnya karena iblis adalah bapa pendusta (Yoh 8:44). Allah tidak pernah menghancurkan kita karena Dia baik (Yer 29:11).

4. ay. 27 - iblis berusaha menjatuhkan mental kita dengan merendahkan harga diri manusia sehingga manusia menjadi putus asa.

5. ay. 29-32 - iblis berkata: jangan percaya kepada pemimpinmu.
Firman Tuhan berkata: percayalah kepada Allah dan nabi-nabiNya, maka kamu akan berhasil (II Taw 20:20). Iblis mengacaukan kita dengan rasa saling tidak percaya - hati-hati!

6. ay. 29-32b - iblis memberikan janji palsu; janjinya pasti palsu.

7. ay. 33-35 - iblis menyuruh saudara menyerah melihat pekerjaannya.
"karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis; maka ia akan lari daripadamu"

III. Membangun Kubu Pertahanan yang kuat - Mazmur 91:14
"Sungguh hatinya melekat kepadaKu; maka Aku akan meluputkannya; Aku akan membentenginya; sebab ia mengenal namaKu"
Jika kita melekat pada Tuhan, maka kita tidak akan goyah dan sanggup untuk melawan musuh.

IV. Memperlengkapi diri kita dengan selengkap senjata Allah (Ef 6:13-18)
1. Ikat pinggang kebenaran-Yes 58:8
2. Baju zirah keadilan
3. Kasut kerelaan memberitakan Injil
4. Perisai Iman
5. Ketopong keselamatan
6. Pedang roh = Firman Tuhan

C. Hal-hal yang membuat kita kalah sehingga tidak bisa memenangkan peperangan rohani (Ul 20:5-8) adalah orang-orang yang sibuk dengan urusan pribadinya - soal bisnis/pekerjaan; kepentingan rumah tangganya dan orang yang selalu kuatir.