Selasa, 21 Juli 2009

Gate of the next level

Gate of the next level

(Gerbang ke level yang lebih tinggi)

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. ( 1 Petrus 5:6-7 )

Welcome to the gate of the next level (selamat datang di gerbang level yang lebih tinggi). Tahun ini Tuhan ingin membawa keluarga besar jemaat Jesus untuk naik ke level lebih tinggi. Naik ke level lebih tinggi dalam hubungan dan keharmonisan antara suami istri, anak-anak dan teman-teman seiman. Naik ke level lebih tinggi dalam hubungan dengan mitra usaha. Naik ke level lebih tinggi dalam lingkup dan sukses berusaha. Naik ke level lebih tinggi dalam bekerja dan bermitra bersama Tuhan, dan naik ke level lebih tinggi dalam mengalami kebaikan dan rahmatNya!

Sewaktu anda berdiri di hadapan pintu gerbang itu, “rendahkanlah dirimu.” Saat seorang merendahkan diri, dia akan menaruh kepentingan dan tuntutan hak pribadinya dibawah kehendak daripada pihak yang lain. Dia tidak lagi memprioritaskan agenda kepentingan dan kehendak dirinya sebagai yang terutama, sebaliknya dia memberikan dirinya untuk melakukan agenda dan kehendak Tuhan atas dirinya. Hal ini biasanya sulit bagi para pengusaha yang untuk “survive” sudah terbiasa bertindak sebagai “decision maker” dan “leader” dalam hidup berusaha, yang terbiasa mengejar target dan mengambil resiko menurut kehendak hemat pertimbangan diri sendiri.

Itulah syarat yang Dia tetapkan untuk membuka pintu gerbang dari jalan menuju level lebih tinggi. Tuhan Maha Kuasa bukanlah Tuan yang jahat. Dia tahu memberi yang terbaik kepada yang bergantung padaNya dan melekat padaNya. Semakin kita mengecilkan diri kita, maka Dia akan menjadi lebih besar di dalam diri dan hidup kita, Dia akan semakin leluasa untuk mengerjakan hal-hal besar dalam hidup kita yang Dia rancang sesuai dengan level kuasaNya, bukan lagi kuasa kita – seberapapun hebatnya kita.

Dia adalah Tuhan yang selalu ada pada level jauh lebih tinggi dari apapun yang kita hadapi dan Dia selalu ingin membawa kita naik pada level jauh lebih tinggi daripada segala rencana terbesar yang kita dapat impikan. Oleh karena itu, rendahkanlah dirimu di hadapanNya! Dialah faktor X yang sanggup menampilkan perbedaan dari antara persaingan berat semua orang hebat dan membawa pada kemenangan sejati.

Setelah anda melangkah masuk, janganlah takut. Di ayat tujuh, Dia ingin kita serahkan kekuatiran padaNya! Ketahuilah kekuatiran adalah tanggungan Dia. Tantangan adalah bagian kita – jalan yang kita harus lalui menuju level yang lebih tinggi. Jalan tantangan adalah latihan untuk pahlawan yang Dia latih. Jadi berlarilah menghadapi tantangan itu, dan serahkan kekuatiranmu kepadaNya. Ijinkan Dia untuk menjaga dan memimpinmu sewaktu anda berlari. Janganlah berjuang sekuat tenaga sendiri tanpa Dia! Janganlah hanya bergantung dan percaya pada kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Merendahkan diri sinonim dengan menyerahkan kekuatiran dan beban kita kepadaNya. Walau badai sekencang apapun, Dia memberikan shalom Ilahi dan kekuatan yang besar – itulah urapan penyertaan dan karya kedaulatan Dia dalam hidup kita!

Lihatlah, kenalilah dan jangan kehilangan fokus pada garis finish yang Dia telah sediakan! Karena Dia akan meninggikanmu. Ditinggikan berarti Dia akan mengangkatmu lebih tinggi dari keadaanmu saat ini, memberkati lebih daripada berkat yang anda hidupi saat ini, memperbesar kapasitas diri, mental dan hatimu lebih dari apa yang anda sanggup lakukan pada saat ini, dan Dia akan memperbesar impian, visi dan tujuan hidupmu lebih dari apa yang anda sudah bayangkan dan hidupi. Dialah Tuhan yang sama yang menyuruh Abraham, yang tidak mempunyai anak seorangpun, untuk memandang ke jutaan bintang dan menjajikan keturunan-nya menjadi sebayak bintang-bintang itu! Namun, jika anda ditinggikan maka tantanganpun akan datang dengan lebih luar biasa. Jangan takut. Jangan gentar. Focus at Him as you run!

Oleh karena itu, peganglah teguh janjiNya, hiduplah dalam harapan positif. Berjuanglah dengan sikap hati itu. Jangan ijinkan iblis membuatmu takut. Walau iblis bagai singa mengaum dan ingin menelanmu - Bapa memeliharamu. Bapa memberimu makan dihadapan musuhmu. Dia tidak pernah lalai, Dia tidak pernah gagal. Jadi saudara, bersukacitalah! Jangan menyerah di saat persoalan dan tantangan mengancam untuk menelanmu. Persiapkan dirimu, persiapkan usahamu, persiapkan keluargamu, persiapkan imanmu dan kemampuanmu, karena Dia akan memenuhi janjiNya! Dia siap membawamu naik ke level lebih tinggi! Maukah anda masuk?

MEMBANGUN PASUKAN TUHAN

MEMBANGUN PASUKAN TUHAN

“…Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah”

(Kis 12:5b)

Jemaat Tuhan, sekarang adalah waktunya gereja kita bergerak untuk menggenapi rencana Tuhan dan menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan. Ada banyak kesempatan sudah Tuhan buka bagi pelayanan kita; baik pelayanan misi kepada saudara seiman maupun kepada dunia. Untuk melaksanakan semua tugas itu, tidak mungkin tidak, seluruh jemaat harus ambil bagian. Kita tidak mungkin membebankannya hanya pada Tim Gembala, Pengurus atau aktivis saja. Bagaimana kita memulainya?

Dalam Kis 12:1-19, kita mendapati suatu kejadian saat Petrus di penjara. Saat itu adalah saat yang genting. Tetapi ada yang luar biasa, yaitu doa jemaat dalam kelompok-kelompok. Dan kita tahu hasilnya, Petrus dilepaskan dari penjara dan Firman Allah diberitakan. Di sini kita mendapati pentingnya jemaat yang berdoa bersama.

Berdasarkan kisah ini, strategi yang harus kita lakukan adalah menggerakkan kelompok-kelompok sel dan membentuk kelompok-kelompok baru yang menjadi semacam ”kubu” atau tempat berkumpulnya ”pasukan Tuhan”. Komsel-komsel harus mulai mendoakan lingkungan di mana komsel itu berada – berdoa agar Tuhan melawat lingkungan tersebut, memakai otoritas Tuhan untuk mengusir kuasa kegelapan, dan mendoakan jiwa-jiwa yang ada di situ.

Sebagai suatu kesatuan pasukan anak Tuhan, komsel harus menjadi tempat saling mendukung, menguatkan dan menopang. PKS menjadi pemimpin yang harus mengarahkan kelompoknya untuk bersama-sama dengan kelompok lain menuju penggenapan visi Tuhan. Bila di tempat Anda belum ada komsel, segera hubungi orang-orang di sekitar Anda untuk membentuknya dan kami akan mendukung sepenuhnya.

Mari mulai bergerak, karena Tuhan pasti menggenapi janji penyertaanNya (Mat 28:20). Bangun pasukan Tuhan, dan rebut jiwa-jiwa dari tangan iblis. Selamat berjuang.

Tarian perang dan alat-alat tarian sebagai senjata.

Tarian perang dan alat-alat tarian sebagai senjata.

Tarian perang adalah tarian untuk mengikat kuasa-kuasa kegelapan, mengusir roh-roh jahat, membangun tembok, menduduki kota, mengalahkan musuh, memukul mundur lawan, membalikkan keadaan.

Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?
(Kidung Agung 6:13)

TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.
(Keluaran 15:3)

Dalam peperangan rohani kita menggunakan senjata-senjata. Senjata yang Tuhan berikan bukanlah senjata duniawi, tetapi senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah.

Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
(2 Korintus 10:4)

Tubuh kita adalah senjata kebenaran.

Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
(Roma 6:13)

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
(Efesus 6:11,13)

Arti-arti Senjata dalam Tarian Profetik

1. Tongkat: Pukullah tongkatmu maka terbelahlah lautan kesusahan
• Lambang otoritas (Kejadian 49:10)
• Membuat tanda-tanda mujizat (Keluaran 4:17)
• Untuk berperang (Keluaran 17:9)
• Menguduskan persembahan bagi Tuhan (Imamat 27:32)
• Menggali sumur dan kekayaan bangsa-bangsa (Bilangan 21:17)
• Meremukkan pelipis-pelipis dan menghancurkan musuh (Bilangan 24:17)
• Menewaskan musuh (Hakim-hakim 3:31)
• Pujian/ucapan syukur -Yehuda- merupakan tongkat Kerajaan (Mazmur 108:8)
• Memerintah di antara musuh-musuh. (Mazmur 110:2)
• Mendidik (Mazmur 22:15)
• Mendatangkan hikmat (Mazmur 29:15)
• Menghancurkan lawan (Yesaya 30:32)
• Membawa masuk kepada kebenaran (Yehezkiel 20:37, Ibrani 1:8)
• Lambang penggembalaan (Zakharia 11:7)

2. Bokor/bejana adalah kemampuan menangkap hadirat Tuhan
• Mentahirkan (Bilangan 7:61, 84)
• Wangi-wangian bagi Tuhan (Keluaran 30:7, 40:27,
2 Tawarikh 2:4, Amsal 27:9)

3. Selendang adalah jubah urapan dalam kehidupan
• Anugerah (Yakobus 1:17, Mazmur 5:13)
• Mengumpulkan berkat (Ruth 3:15)
• Membebat yang terluka (Ayub 5:18)
• Jubah (Yesaya 61:10)

4. Twirling adalah aliran atmosfir surga memberi semangat kegerakan yang tidak terhentikan
• Pesta (Kidung Agung 2:4)
• Sepakat (1 Samuel 14:7)
• Urapan yang mengalir (Mazmur 133:2)
• Membangun suasana (Mazmur 30:12)

5. Kipas adalah pembangkit semangat
• Mengobarkan karunia, kemurnian, dll (2 Timotius 1:6)
• Menyala-nyala dan pembangkit semangat (Roma 12:11)

6. Flower Rings/Ring Api adalah lingkupan kuasaNya
• Unity (Mazmur 133:1-3)
• Meterai (Kejadian 41:42)
• Perjanjian Tuhan (Kejadian 9:13)
• Perjanjian yang baru (Lukas 15:22)
• Lidah api lambang Roh Kudus, api kegerakan, api cinta, api lawatan. (Kidung Agung 8:6)

7. Tambourine, pecahkan semua rencana iblis dengan suara gemerincingmu.
• Membuka jalan bagi nubuatan (1 Samuel 10:5)
• Kemenangan (1 Samuel 18:6)
• Menari sekuat tenaga (2 Samuel 6:5, 1 Tawarikh 13:8,
Ayub 21:12, Mazmur 68:25, 81:2)
• Bermazmur (Mazmur 149:3, 150:4)
• Berperang dan mengacaukan musuh (Yesaya 30:32)
• Mengembalikan tarian yang dibawa jatuh oleh Lucifer (Yeremia 31:4)

8. Bunga adalah hati yang bermekaran memuji Tuhan
• Menggambarkan kandil, lambang kegerakan dan lawatan (Keluaran 25:33 dan 34, 37:19-20)
• Keharuman (1 Raja-raja 6:29, 6:32)
• Lambang cinta (Kidung Agung 2:1)

9. Baskom pembasuhan adalah kerendahan hati dan hati hamba
Hati hamba dan kerendahan hati (Mazmur 22:26, Yesaya 57:15)

10. Pedang dan perisai

Pedang.
Angkatlah pedangmu! Koyakkan selubung, kalahkan musuh, pancung kepala raksasa, rebut kota demi kota, hai Pahlawan Tuhan!
• Dikatakan bahwa kerub mempunyai pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, yaitu Firman Tuhan, api Roh Kudus, kuasa yang ajaib, kebangkitan yang besar, gelora cinta. (Kejadian 3:24)
• Mengalahkan musuh (Keluaran 17:13, Imamat 26:8)
• Merebut suatu daerah dan menduduki kota (Kejadian 48:22, Yosua 10:30)
• Mengacaukan musuh (Hakim-hakim 4:15)
• Memancung kepala raksasa (1 Samuel 17:51)
• Apapun yang kelihatannya biasa dalam hidup kita kalau ditempa akan jadi senjata rohani yang luar biasa. Dalam kelemahan kita, kita akan berkata bahwa aku ini pahlawan. (Yoel 3:10)
• Menembus jiwa untuk menyingkapkan selubung dapam hidup kita (Lukas 2:34-35)
• Ada harga yang harus dibayar (Lukas 22:36)
• Firman Tuhan adalah pedang bermata dua (Wahyu 1:16, 2:12)

Perisai
Pergunakanlah perisai iman yang akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. KesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok.
• Pertolongan Tuhan (Ulangan 33:29)
• Perlindungan (2Samuel 22:31)
• Keselamatan (2 Samuel 22:36)
• Formasi perisai yang digambarkan lewat punggung buaya (Ayub 41:16)
• Untuk bertempur. (Yeremia 46:3)
• Iman, memadamkan panah api dari si jahat (Efesus 6:16)

11. Banner. Angkatlah panji-panjiMu! Masuki peperangan dan kegerakan pasukan Allah yang kuat.
• Jehovah Nissi. Peperangan bicara tentang mezbah, meletakkan korban. (Keluaran 7:15)
• Untuk peperangan (Keluaran 17:16)
• Identitas (Bilangan 1:52)
• Memanggil jiwa, mengumpulkan orang-orang yang terbuang (Yesaya 5:26, 11:12)
• Membuka dan mempersiapkan jalan (Yesaya 62:10)
• Memperingatkan rakyat (Yeremia 4:21)
• Waktu kita mengangkat panji kita sedang meninggikan nama Tuhan yang akan menarik banyak orang datang kepadaNya. (Mazmur 20:5)
• Berlindung terhadap panah (Mazmur 60:4)

12. Arrow (Anak Panah) Begitu cepat dan tajam, tepat pada sasaran. Inilah anak panah kemenangan.
• Percepatan (Zakharia 9:14)
• Ketajaman (Mazmur 45:6)
• Ketepatan/Ketajaman (Yesaya 49:2)

Jumat, 17 Juli 2009

KINGDOM PROTECTION

KINGDOM PROTECTION


Mazmur 91:16 mengatakan bahwa “Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” Kata keselamatan dari ayat 16 ini berasal dari kata Yeshua, Tuhan kita.

Hari-hari ini kita melihat bahwa banyak org yg menjadi paranoid karena adanya berbagai macam isyu global seperti flu babi,gempa bumi, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang mereka panik dan mencari-cari perlindungan. Dan kita tahu bahwa hanya ada satu nama yang daripadaNya kita bisa aman dan berlindung. Yaitu dari Yesus, Tuhan Allah kita.

Dalam Maz 91 ada 4 nama Tuhan yang di jelaskan. Yaitu
ELYON (MOST HIGH) ay 9;” Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,”
SHADDAY (ALMIGHTY) ay 1 :” Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa”
YHVH (LORD) ay 2 ;” akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.“
ELOHAY(MY GOD) ay 2;” akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.“

ELYON (MOST HIGH)

Kej 15:1 “Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Ketika Tuhan Yang Maha Tinggi kita jadikan perisai, maka Ia sendiri yang akan menjadi perlindungan kita. Sehingga kita tak perlu takut dan kuatir akan apapun juga.

SHADDAY

Huruf Shin adalah Shaddai, yang diterjemahkan menjadi almighty/ Yang Maha Kuasa. Allah kita adalah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan. Yang natural maupun supranatural disaster,gempa bumi dalam skala yang besar, virus-virus, maupun bencana apapaun, Dia tetap berkuasa atas semua hal tersebut.

LORD (YHWH)

Kata Yehova tdr rd 4 huruf, Yod, Hei, Vav, Hei. Huruf Hei (h) mempunyai arti ‘anugrah’. Yod(y) mempunyai arti ‘tangan’, dan Vav(w) artinya adalah ‘paku’. Sehingga dapat diartikan YHWH adalah anugrah demi anugrah yang didapat melalui tangan yang terpaku. Oleh karena tangan Yesus Kristus yang terpaku,maka kita mengalami anugrah demi anugrah (double grace),berkat demi berkat, kemenangan demi kemenangan. Haleluya.

YHWH (Yeshuah Hai Nazarei Ve Melekh Ha Yahudim)adalah kata-kata yang dituliskan diatas kayu salib, yang artinya Yesus Raja Orang Nazareth Raja Orang Yahudi, Tuhan yang membuat perjanjian dengan bangsa Israel. Karena kita percaya dengan Kristus maka kita memperoleh hak yang sama dengan bangsa Israel,mendapat perjanjian, protection/ perlindungan yang sama dengan bangsa Israel, karena telah dibayar dengan lunas oleh darah Anak Domba diatas kayu salib.

ELOHAY (MY GOD)

Apabila kita ingin mendapatkan proteksi, maka kita harus mempunyai hubungan pribadi yang baik dengan Allah kita, sehingga kita dapat memanggil Dia ‘Elohay’. Pertama kali Yakub mendapatkan berkat oleh karena statusnya sebagai anak dari Ishak, cucu dari Abraham. Namun ketika Yakub membuat perjanjian dengan Tuhan, maka Yakub memanggil Tuhan sebagai El Elohay Israel, Allah Israel. Begitu juga dengan kita, kita harus mempunyai hubungan intim dengan Tuhan, sehingga kita bisa memanggilNya Elohay.

Kingdom Protection adalah perlindungan bagi kita yang telah mengakui Dia sebagai Yesus Kristus Tuhan. Karena kita sebagai anak-anak Allah, maka kita otomatis menjadi biji mataNya. Sebagai biji mata Allah, kita akan sangat dilindungi oleh Allah sendiri. Kingdom Protection akan kita dapatkan ketika kita duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi / Yawshab.
Yawshab artinya to dwell, tinggal tetap (secara intim, mengenal sebagai suami istri), tidak hanya sekedar tahu. Ketika kita memiliki hubungan intim dengan Allah kita,maka Ia sendirilah yang akan melindungi kita dan menaungi kita dibawah kepak sayapNya. Disaat kita intim dengan Tuhan, maka kita akan menemukan hal-hal sebagai berikut;

· Tuhan adalah tempat perlindungan (Mazmur 91:9-10)

Dalam mazmur 91:9 dikatakan bahwa Yahwe (Elyon) telah kau jadikan tempat perlindunganmu. Hal ini berbicara tentang sebuah pilihan. Bila kita telah memilih dan memutuskan untuk menjadikan Yesus sebagai perlindungan kita, maka kita tak perlu kuatir akan malapetaka apapun juga, karena Yesus berkuasa atas apapun juga. Haleluya!

· Tuhan adalah benteng, alat peperangan (Mzm 57:2-4).

Kasih setia (mercy) dan kebenaran (truth) adalah malaikat-malaikat Tuhan yang dikirimkan bagi kita yang percaya kepadaNya. Dan di akhir jaman ini, kegerakan dan perlindungan malaikat akan lebih lagi dinyatakan bagi kita umatNya.

Apakah yang akan terjadi apabila Tuhan telah kita jadikan tempat perlindungan dan kubu pertahanan?

1. Dia akan melepaskan kita dari jerat penangkap burung dan penyakit sampar yang busuk (Mazmur 91:2-4)
Hal ini berarti diluputkannya kita dari usaha musuh kita yang berusaha menjatuhkan kita dengan hal-hal yang memalukan dan tidak hormat.

2. Meluputkan kita dari marabahaya dan malapetaka yang mengancam (Mazmur 91:9-10)

Jadikan Tuhan tempat perlindunganmu, maka Ia yang akan melepaskan engkau dari maut. Sehingga FirmanNya dalam Maz 116:8 “Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung”, dapat tergenapi dalam hidup kita.

3. Melangkahi singa dan ular tedung (Mazmur 91:13)
13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.
Hal ini melambangkan bahwa tidak ada kuasa jahat maupun kuasa gelap sebesar apapun yang mampu membinasakan kita. Karena kita telah diberikan kuasa dan otoritas untuk menghancurkan, membinasakan, dan menginjak-injak Iblis. Haleluya!

Bagaimana supaya kita mendapatkan perlindungan dan keselamatan yang lebih lagi?

· “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku (because he has desired Me), maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Melekat (desired) diambil dari kata Chasaq,yang artinya mengingini seperti seorang suami mengingini istrinya. Bila kita berhubungan lebih intim lagi dengan Tuhan kita maka Ia akan meluputkan kita dari segala marabahaya sebab kita mengenal namaNya.

· Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Bila kita berada dalam masalah hari ini, bersukacitalah! Sebab Allah telah memberikan janjiNya kepada kita bahwa Ia akan selalu menyertai kita dalam segala masalah, kemudian meluputkan kita dan memuliakan kita. Tetaplah berseru kepada Tuhan dalam masalah kita, karena Dia sendiri yang akan turun tangan membantu kita. Jadikan setiap permasalahan dalam hidup kita bukan sebagai beban tetapi sebagai batu loncatan untuk meraih promosi yang lebih lagi.

· Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”
Bila kita mendekat, mengenal Allah lebih lagi, maka Tuhan akan memperpanjang umur kita, menjauhkan dari marabahaya oleh karena perlindunganNya. Serta akan diperlihatkan kemenangan demi kemenangan dari kuasa perlindunganNya.

Marilah kita mendekat kepada Bapa, merindukanNya lebih lagi, sehingga perlindungan Allah boleh nyata dalam kehidupan kita. Hidup kita dilindungi, diubahkan, dan kita dapat hidup dalam keselamatanNya yang abadi. Amen

“SAAT NAFAS DOA MENYENTUH TAHTA ALLAH”

“SAAT NAFAS DOA MENYENTUH TAHTA ALLAH”

Hari-hari ini banyak kita mengalami tekanan-tekanan yang berat dalam hidup termasuk beban-beban dosa masa lalu, ingatlah ada berita indah dari Tuhan sebab Yesus telah menghapuskan dan mengangkat semua dosa-dosa, penyakit dan segala kelemahan kita, karena itu jangan hidup dalam masa yang lalu, sebab Tuhan menyediakan rencana dan misi yang harus kita kerjakan dalam setiap bidang kehidupan dimanapun TUhan menempatkan kita, yang penting ambilah kesempatan untuk berdamai dengan Tuhan, dengan diri kita sendiri. Awali hidup kita dengan doa, mari bangun mezbah bagi Tuhan yang menyentuh sorga, dan ingatlah tidak ada hal yang sulit yang tidak bisa diselesaikan lewat doa, semua pintu-pintu yang tertutup dapat terbuka dengan kekuatan doa, tidak ada dinding setebal apapun yang tidak bisa diruntuhkan dengan doa.
1 Tawarikh 4:9-10 Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
Dalam bahasa asli nama Yabes disebut dengan Ya’bets artinya dibuat berduka cita, itulah ibunya melahirkan dia dengan kesakitan dan diambang kematian.
Tetapi Yabes kemudian berseru kepada Allah untuk pemutusan penyakitnya dan dukacitanya (ay.10) dan Allah memperhatikan permintaannya itu. Dalam 1 Tawarikh pasal 1 sampai 9 kita melihat daftar silsilah terpanjang di Alkitab karena arti dari Tawarikh adalah silsilah atau riwayat atau perhitungan tahun. Kitab Tawarikh juga menjadi inspirasi bagi penulisan Injil Matius tentang silsilah Yesus Kristus. Dari pasal 4 : 9-10 ini silsilah itu seolah terpotong dengan biografi terpendek mengenai Yabes dimulai dari kesakitan kemudian nyaris diambang kematian lalu menjadi manusia yang mulia, kita tidak berhenti menjadi manusia yang diangkat dan dibenarkan saja melainkan masuklah dalam kekudusan. Doa Yabes sangat sederhana, tetapi dapat mencengkeram sorga dan mematahkan belenggu-belenggu kematian, tangan Tuhan turun dan membangun pagar perlindungan baginya dan meluaskan daerah-daerahnya.
Doa bukanlah masalah panjangnnya kata-kata kita, tetapi yang penting adalah essensi dari doan itu sendiri, Elia tidak berdoa panjang lebar ketika ia menyatakan bahwa hujan tidak akan turun selama tiga tahun, dan juga ketika ia berdoa untuk api turun dari langit.
Bagaimana doa kita dapat menghadirkan sorga, mengikat iblis, mengangkat palang-palang yang ditanam iblis, dan didalam doa kita sampai pada tingkat keintiman dengan Tuhan, sehingga kita dapat mematahkan cengkeraman iblis dalam dimensi roh :
Apakah doa yang menyentuh sorga itu:
1. Enteuxis / Paga ; Entunchano ( Yunani) mengangkat beban itu dan bawa ke tahta Allah, bergumul dengan Allah sampai menyentuh tahta Allah lalu mematahkan segala kuasa iblis yang mengikat. DR Morris Cerullo dan timnya adalah contoh dalam melakukan hal ini, ketika mereka akan mengadakan KKR di sebuah daerah maka sebelumnya mereka harus mengetahui dahulu hal-hal apa saja yang mencengkeram kota itu, lalu mereka berdoa dengan hati yang terkoyak menghampiri tahta Allah, dan ketika Kairos Allah tiba , barulah mereka bergerak dan kekuatan iblis sudah dipatahkan oleh kuasa Tuhan, sehingga ada perubahan terjadi di kota itu. seorang hamba Tuhan pendahulunya adalah Smith Wigelsworth ( 1900-1940) kuasa doa luar biasa sebab melaluinya 20 orang mati dibangkitkan. Martin Luther seorang reformator gereja mempunyai seorang pendoa bernama Frederick Marconis yang menulis surat doa yang berkuasa diambang kematiannya sehingga ia hidup 6 tahun lagi. Apa yang kita alami hari ini mungkin beban atau masalah yang membuat kita merasa diambang kematian, jangan pernah berhenti berdoa sebab Tuhan masih mempunyai rencana yang besar dalam hidup kita.
2. Proseuche : ini adalah doa dimana kita membangun hubungan dengan Tuhan / intim dengan Tuhan ; Yabes membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan ditengah goncangan, dan ia mengenal hati Bapa. Krisis apapun yang kita alami bernafaslah dalam doa yang menyentuh tahta Allah. Kata Proseuche dipakai 37 kali dalam Perjanjian Baru, Yesus berdoa memakai kata ini ketika di taman Getsemani, Ia berdoa kepada Bapa dalam keadaan yang Kritis, sampai peluhnya bercampur darah. Lihat juga kata Proseuche dalam …… ketika kita berada ditengah Krisis kehidupan tetaplah berdoa dan menghampiri tahta Allah. Korea Selatan mengalami bagaimana banyak martir dibunuh di sunga Han pada abad 18 tetapi mereka berdoa dengan sangat, menjerit kepada Tuhan sehingga gereja dan ekonomi mengalami pertumbuhan yang luar biasa di sana.
3. Doa yang tidak menyerah menantikan tangan Tuhan turun ( Deesis / Yun ) ; ketika kita harus berada di ruang tunggu, ada kebosanan dan kelelahan tetapi berada dalam “ruang tunggu Tuhan” seolah “Tuhan tidak menjawab doa kita” tetaplah kita berada dalam tahta Tuhan dalam segala aktifitas kita disepanjang hari. Doa ini dapat mengubah tatanan yang begitu lama, dan ini membutuhkan orang yang mau membayar harga dengan doa ini. Di Uganda negeri yang penuh dengan pembantaian dalam pemerintahan Idi Amin, kuasa kegelapan sangat menguasai negara itu. afrika mengalami tidak ada harapan karena Aids dan kemiskinan melanda negeri itu, tetapi ditengah keadaan itu Tuhan bangkitkan kelompok pendoa bernama Jackson Senyonga yang mengambil doa yang tidak menyerah dihadapan Tuhan, dan diluar dugaan Tuhan mengutus HambaNya Reinhard Bonke ke Afrika dan pemulihan terjadi. Tuhan bekerja didunia market place, medis, pendidikan, pemerintahan jadilah imam dan pasukan doa bagi dunia dimana Tuhan menempatkan kita. Pdt. Kirbyon Cordwell adalah seorang yang memiliki hati doa yang membuat perubahan di dunia ekonomi, dan kondisi social masyarakat dengan membangun rehabilitasi, untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Mari kita berdoa dan sentuhlah tahta Allah dengan kemurnian hati kita.

7 JEMAAT KITAB WAHYU

7 JEMAAT KITAB WAHYU


Surat untuk jemaat di Efesus (2:2-7)

Gereja di Efesus sangat sukses tapi dikatakan mulai kehilangan kasih mula-mula, motivasi yang sangat penting dalam hidup kekristenan.
Apabila kita melihat surat ini dari sudut pandang sejarah gereja, banyak gereja yang mulai kehilangan kasih mula-mula selama periode setelah kematian para rasul, yang berlangsung dari 70 M sampai bait suci di Yerusalem dihancurkan (sekitar 160 M). selama masa tersebut, banyak gereja telah beralih dari pelayanan penuh kasih menjadi institusi religius yang formal tanpa kasih. Gereja menjadi penuh dengan konflik dan argumentasi teologis



Surat untuk jemaat di Smirna (2:8-11)

Kata smirna berarti myrrh atau mur, semacam bubuk untuk wewangian. Sebuah nama yang sesuai untuk gereja abad pertama di smirna, yang mengharumkan nama Kristus. Secara historis, gereja di Smirna mewakili periode para martir yang berlangsung dari 160 M hingga kebangkitan Constantine Agung (324 M).



Surat untuk jemaat di Pergamum (2:12-17)

Pergamum artinya menikah. Dan di jaman ini, gereja telah ”menikahi” dunia. Semua sistem nilai dan norma dari dunia telah masuk dalam gereja. Periode ini berlangsung dari naiknya Constantine Agung (324 M) hingga abad ke-6 ketika masa ke-paus-an dimulai. Saat ini adalah saat ”pernikahan” antara gereja dan negara dimana Constantine menjadikan kristen sebagai agama resmi kerajaan Roma. Selama ini, gereja memiliki popularitas tinggi, tetapi seiring dengan meningkatnya pengaruh politik gereja, pengaruh spiritualnya berkurang



Surat untuk jemaat di Tiatira (2:18-29)

Gereja di Tiatira adalah gereja yang ”berzinah”, paling tercemar. gereja ini menyimbolkan periode dark ages dalam sejarah kekristenan, periode dimana gereja telah kehilangan kemurnian dan semangatnya, ketika gereja disusupi oleh tahayul dan kepercayaan pagan. Dark ages berlangsung dari abad ke-7 hingga saat reformasi (abad ke-16)



Surat untuk jemaat di Sardis (3:1-6)

Gereja di sardis telah menemukan kebenaran, namun kehilangan kekuatannya. Gereja membangun reputasi yang baik, tetapi sesungguhnya tercemar dan ”mati”. Kekristenan di Sardis adalah kekristenan hanya dalam nama. Yesus mengatakan kepada mereka, ”Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati”. Dari luar mereka mengakui Kristus tetapi tidak hidup dalam hidup keagamaan yang benar. Hal ini menggambarkan periode Reformasi, dari abad ke-16 hingga abad ke-18.



Surat untuk jemaat di Filadelfia (3:7-13)

Gereja di filadelfia adalah gereja yang sangat hebat dimana Tuhan tidak memiliki kritik untuk gereja ini. Tuhan menyebutkan gereja di Filadelfia karena kesetiaan dan kebenarannya. Gereja ini mewakili gereja pada abad ke-19, saat kebangkitan rohani terjadi, dimana gereja lebih memfokuskan pada Roh kudus daripada mendapatkan kekuatan politis. Gereja pada periode ini berkembang hingga ke ujung bumi melalui gerakan pelayanannya.



Surat untuk jemaat di Laodikia (3:14-22)



Gereja di laodikia mengatakan "Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa” dan Tuhan mengatakan, “engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Tuhan menggambarkan dirinya berdiri di luar pintu gereja, mengetuk untuk masuk. “Engkau tidak dingin dan tidak panas” kata Tuhan. Jemaat di Laodikia tidak seperti jemaat di Sardis yang dingin dan “mati”, tidak juga seperti jemaat di Filadelfia yang panas dan hidup. Jemaat di Laodikia adalah suam-suam kuku.
Setiap gereja di kitab wahyu mewakili rentang waktu tertentu dalam sejarah, dan apabila kita melihat kembali sejarah gereja selama ini, dapat dilihat bahwa simbol nubuatan ini memang akurat. Dan Laodikia menyimbolkan gereja di jaman akhir – jaman kita. Kita memang hidup di mana Laodikia, dimana gereja menganggap dirinya kaya tetapi sebenarnya miskin, dan suam-suam kuku, tidak panas maupun dingin.
Gambaran ini adalah generalisasi keadaan, banyak jemaat yang tetap panas dan hidup, walaupun di jaman yang suam-suam kuku ini. Tantangan kita adalah bagaimana kita hidup seperti jemaat di filadelfia walaupun kita hidup di jaman Laodikia. Apabila kita melakukannya, Yesus mengatakan bahwa janji dalam Wahyu 3 akan menjadi milik kita :
“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan dduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan pa yang dikatakan oh kepadajemaat-jemaat.” (3:21-22)

Laodikia:
- Kota terkaya diantara ke-7 kota yang ada di Wahyu
- Kota perbankan
- Kota industri yang menghasilkan kain wol yang sangat terkenal.
Tetapi mengapa ditegur TUHAN??
Kekayaan yang mereka miliki tidak cukup karena tidak ada air. Di luar kota mereka ada mata air panas dan oleh kecanggihan teknologinya, air itu dialirkan ke kota Laodikia. Tapi air yang sudah sampai ke mereka tidak lagi panas, juga tidak dingin tetapi suam-suam kuku. Dan sesuai dengan problem yang dihadapi oleh kota tersebut, jemaat Laodikia adalah komunitas yang suam-suam kuku.


The Blessing of Intimacy Worship

The Blessing of Intimacy Worship


Ada berkat yang besar saat kita menyembah Tuhan, Raja Daud tidak mungkin mengatakan lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di tempat lain, jika dia tidak merasakan berkat yang indah di dalamnya (Mazmur 63:2-7) Ya Allah, Engkaulah Allah ku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku ridu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam.

Daud menggambarkan kerinduan hatinya kepada Tuhan seperti tanah kering yang sangat membutuhkan air...
Tidak ada hidup yang lebih indah selain kita hidup di hadapan hadirat-Nya, Perhatikan !! berkat apa saja yang kita dapat terima dan nikmati ketika kita hidup dalam penyembahan yang mendalam kepada Tuhan?

1. Bertumbuh dan Berbuah. (Yoh 15:1-7)
Anda tidak mungkin dapat bertumbuh dan berbuah jika tidak melekat pada pokok Kehidupan itu.
Tuhan Tesus berkata kita semua adalah carang dan Dia adalah pokok anggur yang benar.
Sebuah carang atau ranting kelangsungan hidupnya sangat di tentukan dari kelekatannya kepada pokok anggur itu, Tuhan Yesus berkata: kita tidak akan pernah berbuah dan dapat berbuat apa-apa jika tidak tinggal di dalam Dia.
Berbuah artinya hidup kita dapat memberi arti atau berguna, dapat di nikmati oleh orang di sekitar kita, suami, istri, anak-anak dan lingkungan di mana kita ada dapat merasakan buah manis hasil dari kehidupan seorang yang menyembah BAPA.di Sorga.
Mungkinkah? hari ini kita melihat kehidupan orang percaya yang tidak mengalami pembelaan dari Tuhan karena hidupnya tidak lagi berarti, Seperti perumpamaan yang Yesus katakan Bahwa jika garam sudah menjadi tawar maka dia tidak berguna selain di buang dan di injak orang (Mat 5:13)
Kita tidak akan pernah dapat berbuah dan berbuat apa-apa jika tidak melekat pada Yesut sebagai pokok kehidupan itu.

2. Bebas dari Penyimpangan Hidup (MAZ 73:1-28)
Penyesatan adalah salah satu ciri yang akan terjadi di akhir zaman, setan dan nabi palsu berusaha agar kita semua tersesat dan tidak sampai pada rencana Tuhan, tetapi ada penyesatan yang lebih dahsyat dan itu muncul dari dalam diri kita sendiri yaitu : pikiran atau paradigma yang salah . Sebab itu daud berdoa: "Selidiki lah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku, lihatlah apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kaekal! (Maz 139:23-24)
Asaf mengakui bahwa dia hampir jatuh, pandangannya tentang Tuhan, imannya, ibadahnya, kesucian hidupnya dan kesetiaan pada Tuhan sempat berubah bahkan dia sempat meragukan Tuhan dalam banyak hal, hal ini dapat terjadi juga dalam hidup kita. Kapankah asaf lepas dari kesesatan dirinya sendiri? Jawabnya adalah saat dia masuk dalam hadirat Tuhan ( Maz 73:17 )

3. Pertukaran Kemanusiawian Kita
Intimacy worship (intim dalam menyembah) Tuhan adalah tempat terjadinya pertukaran dalam kemanusiaan kita dengan sesuatu yang Ilahi, kelemahan berubah jadi kekuatan, kutuk berubah menjadi berkat, ketakutan berubah menjadi ketenangan, kegelisahan berubah menjadi damai, keraguan berubah jadi kepastian, jalan-jalan yang tertutup menjadi terbuka, keputusasaan berubah menjadi pengharapan, semua terjadi ketika kita intim dalam penyembahan dengan Tuhan.
Yakub berubah menjadi Israel , seorang penipu yang penuh kepahitan dalam hidupnya berubah menjadi seorang pemenang atau menjadi Israel atau pangeran Allah dan itu terjadi setelah dia bergumul semalam-malaman, perhatikan terjadi pertukaran saat ada penyembahan kepada Tuhan. Dan Yakub menamai tempat itu Pniel yang artinya aku telah melihat Allah (Kej 32 : 24-30).
Penyembahan adalah tempat kita mengalami perjumpaan dengan Allah yang mampu membuat kita mengalami perubahan dari kemanusiawan kita menjadi sesuatu yang Ilahi.
Menjadi seorang penyembah, membuat kita mengalami berkat-berkat sorgawi yang melimpah yang belum pernah kita terima sebelumnya
(1 Kor 2 : 9) Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia"